Pages

Tuesday, November 27, 2012

Cerita tiga terdakwa kejahatan besar yang tertangkap basah

Hakim sedang menghadapi Ringgo, Rino dan Roni, tiga terdakwa kejahatan besar yang tertangkap basah. Ketiganya melakukan pembelaan diri.

Ringgo: “ Pak Hakim, memang saya benar melakukannya, tapi ini karena saran dan petunjuk teman saya Amir, saya tidak bersahah, Amir lah yang harusnya dipersalahkan.”

Rino berkata: “ Pak Hakim, benar saya juga melakukan, tapi kata terapist saya memang saya mengind

ap kelainan jiwa dan perlu melalukan ini, dan dia setuju hal ini memang tidak bisa saya hindari. Mohon jangan salahkan saya, kalau mau dihukum mestinya terapist saya yang dihukum.”

Roni: “ Pak Hakim, menurut ahli nujum saya, ketika Neptunus berada pada resi bintang Aries, memang hal ini akan saya lakukan dan sudah menjadi takdir saya untuk melakukannya. Jangan salahkan saya dong, ini kesalahan ahli nujum saya. Hukum dia saja.”

Hakim terdiam sejenak, masuk kedalam, dan keluar lagi dengan keputusannya: “ Memang ini kasus yang baru dan pelik, saya sampai harus meminta pendapat para senior saya. Saya putuskan menghukum kalian bertiga penjara seumur hidup. Saya sudah mengkonsultasikan ke senior saya, mohon bisa dimaklumi, jangan salahkan saya, salahkan mereka. “

**

Ketika kita masih kecil, berjalan dan jatuh kena meja, ibu kita berkata: “ Meja nakal, meja jahat, lihat si Upik sampai terjatuh dan berdarah.” Maka kita sudah sejak kecil diajarkan tentang kambing berwarna hitam dan pengalihan tanggung jawab atas semua kesalahan dan kelakuan kita.

Kesadaran dan penolakan atas kambing hitam, akan mamberikan kekuatan kepada kita untuk mau maju dan bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Dan menguatkan kita untuk lebih mau berupaya dalam menuju perbaikan kehidupan kita. Kitalah satu2nya orang yang bertanggung jawab atas tindakan dan sikap dan hasil kita sendiri. Salam merdeka.

Tanadi Santoso.

No comments:

Post a Comment